![]() |
| Fhoto: Gempur Karhutla di Bengkalis, Karoops Polda Riau & Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Tegaskan: Tiada Ampun bagi Pembakar Lahan. (Red) |
BENGKALIS – Komitmen negara dalam memberantas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kembali ditegaskan. Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M., bersama Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Rendra, turun langsung menembus lokasi kebakaran di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin (06/04/2026).
Kehadiran dua petinggi operasional Polri dan TNI ini bertujuan memastikan pemadaman berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moral bagi personel gabungan yang telah berjibaku melawan api selama dua pekan terakhir di lahan gambut.
Kombes Pol Ino Harianto menjelaskan bahwa penanganan Karhutla di Riau saat ini mengedepankan konsep multihelix, di mana seluruh elemen mulai dari Polri, TNI, hingga Pemerintah Daerah bergerak dalam satu komando yang solid.
“Kami hadir secara kolaboratif. Seluruh unsur terlibat untuk memastikan kondisi personel di lapangan tetap prima dalam upaya penanggulangan Karhutla,” ujar Kombes Ino di lokasi kebakaran.
Tidak hanya fokus pada pemadaman api di lapangan, Polda Riau juga tancap gas dalam penegakan hukum. Kombes Ino menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pembakar lahan, baik yang sengaja melakukan pembakaran maupun akibat kelalaian.
“Penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama. Siapa pun yang menyebabkan Karhutla akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Data menunjukkan ketegasan pihak kepolisian: sepanjang tahun 2025, Polda Riau telah meringkus 70 tersangka. Sementara itu, baru memasuki awal tahun 2026, sebanyak 17 tersangka sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan keprihatinannya atas dampak ekologis yang terjadi. Berdasarkan data sementara, sekitar 100 hektar lahan gambut di Pulau Bengkalis telah hangus dilalap api.
"Ini dampak yang sangat luar biasa bagi lingkungan. Pesan kami jelas: semua harus menjaga alam kita, dan alam akan menjaga kita," tutur AKBP Fahrian.
Peninjauan lapangan ini juga dihadiri oleh Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra, serta jajaran pimpinan tinggi Pemkab Bengkalis. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemadaman total dan mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kabupaten Bengkalis.
(Red)


