PHR Raih Penghargaan Platinum ENSIA 2026, Program Magnifina Berhasil Dongkrak Pendapatan Pembudidaya Ikan

Lowongan Wartawan


PHR Raih Penghargaan Platinum ENSIA 2026, Program Magnifina Berhasil Dongkrak Pendapatan Pembudidaya Ikan

Broto
15 Sep 2026

Fhoto: PHR Raih Penghargaan Platinum ENSIA 2026, Program Magnifina Berhasil Dongkrak Pendapatan Pembudidaya Ikan. (PHR)

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pemberdayaan masyarakat. Melalui program Magnifina (Model Integrasi Inovasi Perikanan Minas Jaya), PHR berhasil meraih Penghargaan Platinum Environment and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 untuk kategori Inovasi Sosial.


Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen PHR dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan keberlanjutan.


Program Magnifina merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Program ini menyasar kelompok pembudidaya ikan yang tergabung dalam Gapokkan Minas Bahari Serumpun, termasuk kelompok masyarakat rentan.


Sejak 2025, PHR secara bertahap melakukan intervensi kepada delapan kelompok pembudidaya ikan. Intervensi tersebut tidak hanya berupa bantuan sarana dan pelatihan, tetapi juga mendorong setiap kelompok untuk mengembangkan inovasi yang saling terintegrasi.


Melalui Magnifina, PHR membangun ekosistem perikanan yang tangguh dan berkelanjutan. Model integrasi yang dikembangkan memungkinkan persoalan pada satu kelompok menjadi solusi bagi kelompok lainnya.


Sejumlah kelompok masyarakat yang memperoleh manfaat dari program ini antara lain kelompok pembibitan lele mandiri, kelompok pengolah limbah organik menjadi maggot dan pengembang probiotik mandiri, serta kelompok produsen azolla sebagai pakan alternatif ikan dan ternak.


Azolla merupakan tumbuhan paku air mengapung berukuran kecil yang memiliki kandungan nutrisi potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.


Integrasi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya dari luar, sekaligus memperkuat rantai usaha perikanan masyarakat di Minas.


Dampak positif program Magnifina mulai terlihat dari peningkatan aktivitas ekonomi kelompok penerima manfaat.


Berdasarkan data program, sejak penjualan dimulai pada Desember 2025 hingga Juli 2026, pendapatan kelompok tercatat meningkat sebesar 55,95 persen.


Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, program ini juga menghadirkan kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan. Budidaya maggot memanfaatkan sekitar 20 kilogram sampah organik per bulan.


Sementara itu, pengembangan maggot, azolla, ikan rucah lokal, dan probiotik mandiri menghasilkan potensi pengurangan emisi kumulatif sekitar 1,84 ton CO₂e per tahun.


Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya pengurangan limbah dan penguatan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.


Manager Corporate Investment and Community Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata.


“Melalui capaian ini, PHR berkomitmen untuk terus mengarahkan program CID pada penciptaan dampak terukur dan berkelanjutan,” ungkap Iwan Ridwan Faizal.


Ia menambahkan, penguatan kapasitas masyarakat dan terbentuknya sumber penghidupan yang mandiri diharapkan mampu membangun sistem yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.


“Dengan penguatan kapasitas masyarakat, serta terbentuknya sumber penghidupan yang mandiri diharapkan dapat membangun sistem yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.


Penghargaan Platinum tersebut diserahkan dalam ajang ENSIA 2026 yang diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (10/9/2026).


ENSIA 2026 menyediakan empat kategori penghargaan, yakni Inovasi Lingkungan, Inovasi Sosial, Inovasi Khusus, dan Local Hero Inspiratif.


Ajang tersebut diikuti sebanyak 954 paper dari 253 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor bisnis di Indonesia.


Acara penganugerahan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, serta Gubernur Bali Wayan Koster.


Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.


Melalui penghargaan ini, PHR menegaskan bahwa program CID akan terus diarahkan pada penciptaan dampak yang terukur, penguatan kapasitas masyarakat, dan terbentuknya sumber penghidupan yang mampu berjalan secara mandiri.


Program Magnifina tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun sistem usaha yang saling mendukung, inovatif, dan berkelanjutan.


Dengan demikian, program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Minas tersebut diharapkan mampu terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.


Tentang PHR Zona Rokan


PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE).


PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.


Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar, dan andal.


PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.


Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 kilometer persegi berada di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).


Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina.


Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.


(PHR)